MAYAT HIDUP
Ketika malam ini kuletakkan jemariku di dinding kamarku
Kurasakan dinding itu berdenyut
Seakan-akan dinding itu memiliki nyawa
Jika dinding benda mati tapi bernyawa
Lalu mengapa sering kulihat
Begitu banyak dinding yang berdenyut tapi mati
Mengapa itu terjadi?
Tidak adakah sedikit cinta yang akan mereka berikan
Setidaknya sedikit kehangatan yang menghidupkan
Rasa sosial yang telah lama menjadi teori
Ataukah hidup ini hanya berpenghunikan mayat-mayat hidup yang hanya bisa
tertidur pulas dengan harta terpeluk di dada
Tiada pernah terbuka mata mereka
Mendengar rintihan-rintihan dari para dinding jantung
yang mati-matian mempertahankan denyut mereka
Mayat-mayat hidup itu tetap tak perduli
Ironisnya, dijalanan kota ini
Kulihat mereka tersebar dimana-mana.
M3T4
DIarsipkan di bawah: Artikel, Puisi | Ditandai: Artikel, banyuwangi, manusia, mayat, Puisi, sma 2 genteng








