Kenangan itu menggambarkan dirinya didepan mataku
Sebuah alarm alam
Yang mengingatkanku akan suatu gambaran
Tak megurai air mata setelah hari-hari ini berlalu
Menghargai detik yang telah, sedang dan akan berlalu
Biarkan rumput-rumput menyenandungkan doa
Yang tertiup bersama angin
Yang menghadirkan formasi malaikat berjajar di tepian
Biarkan…
Biarkan kenangan itu tetap hidup
Biarkan kenangan itu tertulis disini
Dulu…
Sekarang…
Ataupun nanti…
Jejak kaki kita tetap berlarian disana
Ingatlah kawan…
Ingatlah…
Jangan ada air mata
M3t4
DIarsipkan di bawah: Artikel, Puisi | Ditandai: banyuwangi, genteng, Puisi, sma 2 genteng








