Siapa yang tidak kenal namanya arisan, terutama para ibu-ibu yang doyan akan salah satu kegiatan ini karena arisan merupakan ajang kumpul-kumpul sekaligus ngrumpi dengan teman-teman sekalian makan-makan. Kenapa tidak, kalau acaranya seperti itu pasti semua orang juga mau. Namun biasanya arisan identik dengan tahlilan yang biasa dilakukan oleh para bapak-bapak pada umumnya.
Hal seperti itu sudah tidak asing lagi dan mendarah daging dikalangan masyarakat kita karena arisan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu dan diharap-harap bagi yang mengikutinya, karena ingin sekali kalau pada waktu nglotre (mengundi) namanya yang muncul. Arisan bagaikan mendapat durian runtuh bagi yang muncul namanya ketika di undi karena sudah pasti akan mendapat rupiah yang lumayan, ya paling tidak bisa menambah uang dapur agar tetap mengepul.
Namun coba kita tengok lebih mendalam lagi tentang arisan, apa yang bisa kita dapat darinya. Pada umumnya yang jelas kita akan mendapat kebahagiaan yang tak terduga dan tak disangka-sangka karena dengan kita mendapatkannya sudah pasti nantinya kita akan bisa menggunakannya untuk keperluan sehari-hari, mentraktir teman, membeli peralatan baru dan lain sebagainya. Dari segi pendapatan finansial tentunya menggiurkan sebagian orang namun kalau dilihat dari segi pengeluaran untuk melaksanakan arisan bagaimana?
Tentunya mengadakan arisan membutuhkan dana ya paling tidak sebagai jamuan arisan. Kalau di hitung-hitung dan ditelaah lagi pasti merugi. Arisan bisa dikatakan menabung/investasi untuk masa depan, tapi ketika kita mendapat arisan tidak seluruh uang kita terima karena dipotong oleh administrasi dan juga biaya untuk jamuan arisan. Beda kalau menabung selain mendapat uang kita juga mendapat bunga dan dipotong administrasi.
Kalau dilihat dari segi akuntansi tentunya kita sangatlah merugi namun kalau kita lihat dari segi social dan kemasyarakatan tentunya tidak sama sekali karena arisan merupakan investasi. Dengan arisan kita bisa kenal lebih dalam orang, silaturrahmi dengan warga sekitar sehingga makin akrab dan juga pada hakekatnya kita tidak bisa hidup sendiri butuh pertolongan orang lain sehingga dengan arisan paling tidak kita berinvestasi bagi kelangsungan hidup bermasyarakat kita. Jadi bagaimana, anda berminat ikut arisan?
*- Mr. GPK -*
DIarsipkan di bawah: Artikel, Umum | Ditandai: Artikel, banyuwangi, sma 2 genteng, sma banyuwangi








