Parkir, Aman atau Ribet?

Setiap Negara pasti ada yang namanya tukang parkir, entah itu di pinggir jalan atau tempat-tempat parkir yang telah ditentukan oleh pihak yang berwenang atau pihak yang menyelenggarakannya. Dari kebanyakan tukang parkir beroperasi pada pinggiran jalan raya ketimbang di dalam sebuah mall atau took besar. Maklumlah dengan adanya tukang parkir paling tidak mengurangi rasa was-was dan gelisah kita akan kendaraan yang kita titipkan atau istilahnya kita parkirkan di tempat tertentu.

Apalagi dengan disediakan tempat parkir yang cukup luas dan memadai tentunya akan menambah rasa aman bagi pemilik kendaraan pribadi, apalagi kalau parkirnya itu gratis, wah jadi seneng banget. Namun adakalanya dengan adanya tukang parkir kita malah senewen, acuh tak acuh dan tak suka akan kehadirannya meskipun memberikan jasa keamanan untuk kendaraan yang kita.

 

Terutama tukang parkir di pinggir jalan raya, kadang meskipun sudah kita titip untuk parkir namun keselamatan dan keamanaan kendaraan kita tidak terjaga dan mereka kadang tidak mau bertanggung jawab atas sesuatu yang terjadi seperti misal kehilangan ataupun sekedar kecelakaan kecil. Padahal mereka mendapatkan uang atas pekerjaan yang mereka lakukan meskipun tidak seberapa, namun paling tidak ada rasa tanggung jawab kerja pada mereka.

 

Percuma kalau pakai seragam biru dengan gagah namun tak becus melaksanakan kewajibannya. Sebenarnya pada setiap kendaraan ada istilah stiker parker berlangganan tapi tetap saja kadang mereka ditarik rupiah untuk jasa parkir. Apalagi sekarang ngetrend-ngetrendya tukang parkir dadakan, tidak punya seragam dan kadang berwajah garang tak bersahabat. Malahan sering menarik rupiah diatas harga normal, sudah tidak bertanggung jawab mahal pula ongkosnya.

 

Hal seperti itu menyebabkan para pelanggan suatu toko atau mall semakin enggan untuk berbelanja atau sekedar lihat-lihat di tempat kesayangan mereka. Alhasil semakin menurun pula pengunjung dan pelanggan setia para pemilik mall atau toko-toko yang ada. Entah sampai kapan hal ini akan terjadi, para parkir dadakan sungguh merajalela hingga kadang para tukang parkir yang sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah semakin tersisih dan terpinggirkan.

 

Meski hanya sebagai tukang parkir namun pekerjaannya itu halal. Dengan menjadi tukang parkir mereka bisa menghidupi keluarga mereka meski tidak sesuai yang diharapkan. Kadang kita malah menggerutu waktu akan memberikan rupiah sebagai ongkos mereka belum lagi kalau kita masuk ke beberapa toko untuk belanja, sudah berapa rupiah yang harus kita keluarkan untuk ongkos parkir?

 

Namun dibalik kekesalan kita, ada hikmah dibalik itu semua. Dengan rupiah yang kita keluarkan untuk mereka, kita memberikan seberkas cahaya harapan sebagai mata penghidupan guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari para tukang parkir. Ikhlaskan saja rupiah kita kepada mereka semoga kita mendapat pahala yang berlimpah.

*- Mr. GPK -*

Satu Tanggapan

  1. yo we ben, ikhlasno, eh jib saiki rajin posting yo? hati2 kecanduan posting :)

Tinggalkan Balasan