Tanggal 1

Pekerjaan menumpuk, menggunung diantara meja panjang milik Rahmat. Sehari-harinya hanya mengumpulkan data, mengetik dan mengarsip. Entah berapa ratus atau ribu berkas yang ia simpan di brangkasnya. Belum lagi dimeja kerja yang setiap hari penuh dengan berkas, berkas dan berkas. Tampaknya hidup Rahmat dipenuhi dengan berkas-berkas pekerjaan yang tak kunjung selesai.

Dibalik Jeruji

Air matanya becucuran, dikalan ia ingat akan peristiwa pedih dan nista waktu itu, mengalir deras ke dasar lantai yang kotor dan bau. Penyesalan yang ia rasakan begitu dalam sampai ke tulang-tulang kecilnya. Dosa besar apa yang ia lakukan sampai harus berada dibalik jeruji besi Polres Besuki. Sehari-hari yang ia lihat hanyalah tembok kotor berukuran 4×3 [...]

Tasbih

Entah mengapa begitu gembiranya Rafi ketika mendapat sebuah hadiah mungil yang belum ia ketahui apa isinya. Namun sebegitu gembira hatinya, berbunga-bunga dan begitu cepat detak jantungnya memompa melebihi kecepatan pergerakan jarum jam. Tak hanya itu keringat dingin keluar dari pori-pori kecilnya menambah tegang dan haru suasa saat itu. Hadiah kecil dari seorang gadis dengan senyum [...]

Dzikir Cinta

Kutarik nafas panjang dari kedua lubang hidungku, semakin dalam kutarik semakin dalam kurasakan kekuatan udara yang kuhirup. Melewati tenggorokan keringku dengan kekuatan yang dasyat hingga terasa sejuk dan nyaman seolah-olah tenggorakan yang kering berubah menjadi basah dan segar. Sesak di dada mulai hilang dengan terisinya udara dzikir yang kuselipkan dengan perlahan dan tenang menenteramkan hati [...]

Runtuhnya Dinding Iman

Paras yang putih bagaikan salju yang turun lembut di daratan dengan sedikit angin yang berhembus sepoi-sepoi selembut sutra. Tubuh tegap setegak tiang bendera yang kokoh. Namun kini matanya berkaca-kaca menyesali nasib yang telah terjadi tapi apa daya nasi telah menjadi bubur hanya penyesalan dan penyesalan yang penuh sesak di dalam dada. Tiap kali mengenang masa [...]

Suara Penyejuk Hati

Aldo, begitu biasanya dia dipanggil oleh teman-temannya. Lengkapnya Muhammad Reivaldo Al Manaf. Lugu dan lucu dengan baby face gelar yang disandang pemberian sahabatnya sewaktu kuliah. Sudah hamper 2 tahun dia menapaki hidup dalam perjuangan hidup mencari nafkah demi sesuap nasi dan seteguk air. Tak banyak tentang kisah mudanya, yang bisa dikenang hanyalah perjuangan-perjuangan yang tiada [...]

Aku Cinta Kamu….

Fajar telah bersinar lembut selembut sutra, angin berhembus sepoi-sepoi, dedaunan penuh dengan embun pagi yang segar, dan udara kian hangat untuk dihirup pagi itu. Seperti biasa Joni (panggilan sehari-harinya) bergegas untuk pergi ke kampus, ya biasa ada jam kuliah pagi dan dosennya pun terkenal kejam, sadis dan bengis (menurut sebagian orang). Namun baginya semua dosen [...]

Sepeda Butut Sang Perawan

Pandangan matanya tertuju pada sebuah sepeda tua, berhiaskan warna biru tua yang usang, sadel agak rusak dan berbunyi memekakkan telinga ketika dikayuh. Ya begitulah keadaan sepeda butut yang selalu siap sedia menemani langkah sang perawan untuk menuntut ilmu tanpa mengenal lelah dan mengeluh meski sudah ribuan kilometer ia lewati. Begitu juga sang perawan yang harus [...]

Sebuah Penantian

Wajah kusut penuh dengan debu hitam pekat akibat angin yang bertiup kencang menghiasi wajah tampannya bagaikan sinar matahari tertutup awan tebal dilangit yang cerah. Suasana begitu sunyi dan sepi tatkala dia duduk dibangku penantian, bangku panjang dan rapi berjejer dihalte bis yang baru dibangun sekitar 2 bulan yang lalu di kota indah tempat tinggalnya itu. [...]

Kau yang telah pergi ……

Masih terbayang dibenakku tawanya, lawakannya, marahnya, dan sebagainya tentang dirinya. Seorang bapak yang sangat kami cintai dan sayangi yang segenap hati melindungi, mengayomi, menafkahi dan berjuang demi keluarga. Namun tak disangka kenangan indah bersamanay semuanya telah pergi begitu saja hilang tanpa jejak tapi masih sangat membekas begitu kuat dihati kami.