• Ikasmadupa Say …..

    Maaf jika ada kesalahan dalam penampilan, masih ada perbaikan dan pembenahan teknik untuk waktu yang belum bisa ditentukan. Tapi blog ini masih aman n terima kasih atas dukungannya ya ........
  • Smada Info …..

    Pengumuman ...!

    Kegiatan Pondok Ramadhan di SMADA 2008

    Assalamualaikum wr. wb
    Sebelumnya kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1429 H dalam menyongsong kegiatan ramadhan yang penuh hikmah, SMA Negeri 2 Genteng akan mengadakan :
    Kegiatan : Pondok Ramadhan
    Hari/Waktu : Kamis-Sabtu, 4-6 September 2008
    Tempat : Kampus Palma

    bagi alumni SMADA yang memiliki waktu luang bisa bergabung untuk ikut berpartisipasi aktif sebagai pemateri bersama-sama alumni lainnya yang telah diberi amanah oleh pihak sekolah untuk
    meng-handle kegiatan Pondok Ramadhan tahun ini.

    info lebih lanjut, hubungi :
    Muhammad Faiz (alumni 2004), 081386766450.

    Wassalamualaikum wr. wb

  • Info Express

     

    Jangan Pernah Selingkuh (JPS)

    Sudah pernah denger kan judul lirik diatas? pastinya sudah duong....? ANgkasa BanD kini hadir di kota Genteng-Banyuwangi. Nonton yuk aksi mereka di Stadion Maron Genteng pada tanggal 13 Juni 2008. Ayo jadikan moment ini berarti dan damai............

     

  • People’s Join

    web tracker
  • Kategori

  • Arsip

  • RSS Aktual – media online

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Wikimu

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Iptek – Kompas

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Visitor's Today

    • 34.997 hits
  • Tulisan Teratas

Ketika Mata Hati Tertutup

Bagai selembut sutra ketika angin itu meniupku, seraya dingin kurasakan disekujur tubuhku. Tak hanya itu, keadaan di stasiun begitu hening tanpa sepatah katapun terucap dimulut mereka hanya menggigil yang terus menerus. Cuaca begitu sangat buruk kali ini kuhadapi, untungnya sebuah jaket berwarna coklat pemberian seseroang yang sangat kusayang melindungi tubuhku yang mungil dari hempasan angin. Sambil menggerak-gerakkan tangan dan sesekali kutiup-tiup, aku menengok ke kiri ke kana berharap ada sesuatu yang bisa aku lihat dan dengar.

Ketika pandanganku yang sayu-sayu sampai pada sebuah ruangan terletak di sebelah pojok gedung ini, aku menemukan sesuatu yang telah kucari-cari. Ya…ternyata aku menemukannya, sebuah perapian yang nyaman dengan api yang melambai-lambai seraya memanggilku untuk mendekat sedekat dekapan dan belaian kekasihku. Namun hayalanku itu terhenti karena mungkin aku tak bisa untuk menuju kesana karena ramai dan penuh sesak orang yang mendekat diperapian itu. Sepintas kulihat ada segolongan orang yang bergurau, berdendang tanpa menghiraukan dinginnya angin yang berhembus, ada sesosok manusia mungil dengan boneka yang usang ditangannya menatap dan mendekat ke setiap orang yang dijumpainya.

 

Sambil menadahkan tangan seraya menyapa dan berharap orang yang didekatinya itu berbelas kasih membantunya. lama sekali kuperhatikan gerak langkah kaki mungilnya itu berpindah-pindah dari orang satu ke orang yang lainnya namun apa daya ternyata nasib belum memihaknya karena tak seorangpun menyapa, menolong atapun sekedar menoleh kepadanya karena semua orang sibuk dengan dirinya masing-masing. Tetapi bocah mungil itu kelihatannya tidak mudah menyerah dan putus asa, dia terus melangkahkan kakinya menemui semua orang yang dijumpainya. Tak sepatah katapun terucap darinya hanya gerakan tangan yang menadah dan ratapan sedih ketika memadang orang yang ditemuinya.

 

Pandanganku terhenti sejenak dari bocah mungil itu karena handphoneku bergetar ada sms masuk, ternyata dari sahabatku yang jauh disana katanya sih dia akan pulang setelah ujian. Lama ku otak-atik handphoneku setelah selesai baru aku masukkan kembali kedalam saku celanaku. Tak lama kemudian akupun teringat lagi dengan bocah mungil itu, kulemparkan pandanganku kesana kemari dan akhirnya aku menemukannya. Sama seperti tadi dia tidak mendapatkan seorangpun yang dapat membantunya. Hati kecilku pun mulai goyah melihat kejadian itu, ada apa sebenarnya? Apa yang salah dengan anak itu sehingga orang-orang tidak mau menolongnya? Apakah pintu hati mereka telah tertutup untuk menolong saudaranya?

 

Sungguh kejadian yang sangat tragis sekali, sungguh tak disangka kejadian seperti ini terjadi. Pikiranku yang mulanya tenang kini terusik dengan bocah mungil itu, hati kecilku yang tenteram kini menjadi geram karenanya. Bukan karena aku marah atau apa, namun aku kasihan kepadanya. Tak kuat kumenahan sesak didada langsung aku bergegas meninggalkan bangkuku menuju ke sosok bocah mungil itu. Lalu aku menyapa. Ada apa dik? Ada yang bisa aku bantu? Seraya kumenyapa sambil senyum kecil nan manis kulemparkan kepadanya. Anak itu pun menoleh kepadaku dan tersenyum gembira berharap aku bisa menolongnya. Akupun mencoba sekali lagi bertanya kepadanya namun dia tidak menjawab, hanya senyum kecil dibibirnya sambil menadahkan tangan dan menunjukkan boneka kecilnya.

 

Aku belum mengerti apa yang diinginkannya, namun sesaat aku sadar ternyata dia bisu makanya dia tidak menjawab apa-apa yang aku tanya. Namun tetap saja aku belum mengerti apa yang ingin disampaikannya. Lama kumelihat gerak-geriknya yang ditumjukkan kepadaku, dan tak lama kemudian akupun mengerti apa yang dimaksud. Kulihat boneka yang pegangnya ternyata boneka itu kotor sekali padahal masih baru namun karena begitu kotornya terlihat usang kayak boneka bekas. Akupun terhentak dan kaget ternyata yang di inginkan anak itu pada setiap orang adalah hanya minta tolong untuk membersihkan boneka barunya itu yang kotor.

 

Akupun menghela nafas panjang karena heran tak ada seorangpun yang mau membantunya, ya mungkin orang menganggap bahwa anak itu adalah anak peminta-minta makanya orang enggan untuk membantunya. Tapi meskipun begitu apakah pantas seorang yang mengenakan baju keren tampan beken seperti orang kaya tidak punya belas kasihan sama sekali. Apa kata dunia? Apakah di dunia ini sudah tidak ada lagi rasa solidaritas untuk membantu sesama. Sungguh terlalu dan sangat terlalu kejadian seperti ini, sangat tidak bisa dipercaya.

 

Setelah kubersihkan bonekanya anak itu mencium tanganku seraya mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan, dengan wajah gembira dan berseri-seri bonekanya telah menjadi bersih seperti baru lagi, lalu dia melangkahkan kakinya menjauh dariku sambil melemparkan senyum manis tanda perpisahan. Aku terus memandangnya sampai sosoknya menghilang dibalik keramaian stasiun itu. Kembali aku duduk ditempat semula sambil merenung sejenak atas apa yang terjadi. Aku sangat bahagia karena aku telah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga yang aku dapatkan kali ini dari seorang bocah mungil itu. Ternyata Tuhan masih sayang sama aku, dibalik hati semua orang sedang ditutup dari pintu kebaikan, pintu hatiku dibuka oleh Nya untuk menolong anak itu. Terima kasih Tuhan, Engkau sungguh maha adil dan bijaksana.

 

*- Mr. GPK -*

2 Tanggapan

  1. Memang di dunia ini susah mencari orang yang masih punya rasa kasihan,kalau memang ada itupun hanya segelintir saja,tapi kamu salah dari satunya.

  2. saya suka baca tulisan kamu, saya tunggu tulisan yang berikutnya,oke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: