• Ikasmadupa Say …..

    Maaf jika ada kesalahan dalam penampilan, masih ada perbaikan dan pembenahan teknik untuk waktu yang belum bisa ditentukan. Tapi blog ini masih aman n terima kasih atas dukungannya ya ........
  • Smada Info …..

    Pengumuman ...!

    Kegiatan Pondok Ramadhan di SMADA 2008

    Assalamualaikum wr. wb
    Sebelumnya kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1429 H dalam menyongsong kegiatan ramadhan yang penuh hikmah, SMA Negeri 2 Genteng akan mengadakan :
    Kegiatan : Pondok Ramadhan
    Hari/Waktu : Kamis-Sabtu, 4-6 September 2008
    Tempat : Kampus Palma

    bagi alumni SMADA yang memiliki waktu luang bisa bergabung untuk ikut berpartisipasi aktif sebagai pemateri bersama-sama alumni lainnya yang telah diberi amanah oleh pihak sekolah untuk
    meng-handle kegiatan Pondok Ramadhan tahun ini.

    info lebih lanjut, hubungi :
    Muhammad Faiz (alumni 2004), 081386766450.

    Wassalamualaikum wr. wb

  • Info Express

     

    Jangan Pernah Selingkuh (JPS)

    Sudah pernah denger kan judul lirik diatas? pastinya sudah duong....? ANgkasa BanD kini hadir di kota Genteng-Banyuwangi. Nonton yuk aksi mereka di Stadion Maron Genteng pada tanggal 13 Juni 2008. Ayo jadikan moment ini berarti dan damai............

     

  • People’s Join

    web tracker
  • Kategori

  • Arsip

  • RSS Aktual – media online

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Wikimu

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Iptek – Kompas

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Visitor's Today

    • 35.327 hits
  • Tulisan Teratas

Dzikir Cinta

Kutarik nafas panjang dari kedua lubang hidungku, semakin dalam kutarik semakin dalam kurasakan kekuatan udara yang kuhirup. Melewati tenggorokan keringku dengan kekuatan yang dasyat hingga terasa sejuk dan nyaman seolah-olah tenggorakan yang kering berubah menjadi basah dan segar. Sesak di dada mulai hilang dengan terisinya udara dzikir yang kuselipkan dengan perlahan dan tenang menenteramkan hati dan jiwaku. Berulang-ulang aku lakukan dengan penuh hikmat dan mantap sambil mengjirup udara segar disekelilingku sambil pula kuselipkan asma Allah sebagai pengiringnya.

 

Sungguh nikmat tiada tara terasa dibatinku, yang sejak pertama selalu penuh dengan kesesakan dunia, penuh dengan kegelisahan dan ketakutan, kini hilang begitu saja. Lantunan dzikir-dzikir seolah-olah mampu menghapus itu semua, entah kekuatan apa yang aku rasakan ini begitu berbeda dengan sebelumnya. Mata terpejam dengan sedikit mulut bergerak mengucap kalimat-kalimat suci ilahi dengan tangan kanan berpegang tasbih. Keheningan dan kesunyian malam itu menambah kekhusyukan dan spiritual yang begitu dasyat kurasakan. Tak henti-hentinya kumengucap dengan lirih ayat-ayat penyejuk kalbu, seraya bersimpuh dengan sesekali meneteskan air mata memohon ampunan kepada sang pencipta.

 

Semakin kumengucap dengan khusyuk dan ikhlas semakin besar pula kekuatan yang aku rasakan dan semakin tenang pula hati yang penuh kegalauan. Seakan-akan pada waktu itu aku berada ditempat nun jauh disana, aku yakin kehadiran sang Khalik menyertaiku. Sebegitu hebatnya kekuatan dzikir yang kulakukan dan kurasakan menambah semangat dan kecintaan yang mendalam kepada sang pencipta alam. Indah terasa menyejukkan hati yang gundah gulana. Sungguh spiritulitas yang tinggi ketika kuberada dalam keheningan dan kesunyian hanya berbekal dzikir yang khusyuk kepadaNya.

 

Sempat terlintas dibenaku pikiran-pikiran yang seharusnya aku lupakan sejenak dari kebisingan dunia fana ini ketika ada rasa ngantuk menyelimuti diriku. Tak bisa kuhilangkan rasa itu karena aku hanya manusia biasa yang banyak salah dan salah. Apa yang aku rasakan pada saat ini sama halnya aku rasakan ketika rasa cinta pada seseorang melanda sukma. Begitu dasyat dan hebatnya rasa cinta itu seakan darah yang mengalir ditubuhku menjadi panas seperti air direbus.

 

Semakin lama semakin panas dan semakin menambah kegelisahan didalam hatiku. Jantung berdetak begitu kencangnya sampai tak beraturan seperti yang kurasakan waktu lomba lari maraton. Tubuh gemetar dan keringat dingin mulai keluar di telapak tangannku. Sebegitu hebatnya rasa cinta itu melanda diriku sampai bibir yang indah dan mulut yang bijak tak bisa berkata apa-apa. Yang ada hanyalah rasa senang, bahagia, dan bahagia.

 

Yang dirasa hanyalah rasa senang yang mendalam ketika sang pujaan mendekat semakin dekat dan semakin dekat hingga tampak kemolekan tubuhnya dan aura kecantikan terpancar dari dirinya. Senyuman kecilnya menambah sejuta deg-degan didalam dada. Tutur katanya yang keluar begitu lembut dan tertata bagai puisi sang pujangga dari bibir seksinya, semakin menambah pergerakan detak jantung yang berantakan seakan mau lepas dari tempatnya. Belum lagi rasa sesak didada seraya hilang begitu saja tanpa diperintahkan. Semuanya begitu indah seperti indahnya dan khusyuknya dzikirku kepada sang maha kuasa.

 

Sebegitu indahkah anugerah dari Allah kepada makhluknya dengan rasa cinta kepada lawan jenisnya membuat mabuk kepayang bagi insan yang tak kuat iman. Indah dirasa bagaikan air surga yang mengalir membasahi tenggorokan yang gersang seperti padang mahsyar. Indah bagai bidadari cantik turun dari peranakan mendekati insan yang kasmaran. Bagaikan sinar rembulan menerangi hati yang sedang dilanda kegelapan dimalam hari. Bagai obat paling dasyat saat bertemu sang perawan sebagai obat demam virus cinta.

 

Semuanya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lain selain indah dan indah yang tersimpan jauh dilubuk hatiku. Akupun tersadar dari lamunanku dan mulai kembali pada tatanan tasbih dan ayat-ayat suci dari mulutku. Seraya kumemohon ampun kepada sang pencipta makhluk dari kehilafan sejenak. Dzikir kembali aku lantunkan dihatiku kembali pula cahaya penyejuk kalbu menyelimuti hatiku. Tenang, tenteram dan terang rasa didada semakin mantap pula aku berdoa dan berdzikir.

 

Sungguh kekuatan sang maha pemberi kekuatan begitu dasyat yang diberikan kepada makhluknya ini. Sebegitu rapuhnya manusia sehingga perlu adanya bimbingan dan tuntunan dari sang pencipta. Seraya berdzikir terbesit lagi pikiran dunia yang mulai menggoda imanku. Otak mulai mengambil memori tentang kesalahan dan kehilafan yang aku lakukan selama ini. Semakin aku khusyuk dan tunduk pada ilahi ketika mengingat semua dosa yang telah berlalu. Seraya memohon ampun dan ampun kepadaNya akan semua itu. Manusia sungguh hina dan rendah daripada hewan ketika kedhaliman dan kemunafikan melanda mereka.

 

Sungguh malam itu bagaikan malam terakhir aku hidup di dunia. Yang ada hanyalah rasa penyesalan dan penyesalan diiringi dengan dzikir dan doa memohon ampun kepada sang pemberi nyawa. Tak henti-hentinya aku mengucap kalimat-kalimat suci penuh makna sampai aku mulai terlelap diselimuti rasa kantuk yang begitu dasyat dan akhirnya tidur pulas diantara sajadah dzikir sang pencipta. Pulas dan pulas merasakan indahnya dzikir cinta kepada sang pencipta.

*- Mr. GPK -*

2 Tanggapan

  1. alhamdulillah….
    semoga dzikir bisa menyelamatkan Indonesia kita ini amien….

  2. menurutku ini bukan cerpen akan tetapi lebih pada opini atau paparan dari penulis. yang namanya cerpen itu selalu ada dialog yang terjadi antara satu orang dengan orang yang lain. so saranku penulis harus lebih belajar giat lagi untuk mendapatkan sebuah cerpen yang bagus. SEMANGAT yaaaaa? akan ku tunggu karya-karyamu yang lain terutama cerpen soulmate ok.
    give love and smile 4 the world

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: