• Ikasmadupa Say …..

    Maaf jika ada kesalahan dalam penampilan, masih ada perbaikan dan pembenahan teknik untuk waktu yang belum bisa ditentukan. Tapi blog ini masih aman n terima kasih atas dukungannya ya ........
  • Smada Info …..

    Pengumuman ...!

    Kegiatan Pondok Ramadhan di SMADA 2008

    Assalamualaikum wr. wb
    Sebelumnya kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1429 H dalam menyongsong kegiatan ramadhan yang penuh hikmah, SMA Negeri 2 Genteng akan mengadakan :
    Kegiatan : Pondok Ramadhan
    Hari/Waktu : Kamis-Sabtu, 4-6 September 2008
    Tempat : Kampus Palma

    bagi alumni SMADA yang memiliki waktu luang bisa bergabung untuk ikut berpartisipasi aktif sebagai pemateri bersama-sama alumni lainnya yang telah diberi amanah oleh pihak sekolah untuk
    meng-handle kegiatan Pondok Ramadhan tahun ini.

    info lebih lanjut, hubungi :
    Muhammad Faiz (alumni 2004), 081386766450.

    Wassalamualaikum wr. wb

  • Info Express

     

    Jangan Pernah Selingkuh (JPS)

    Sudah pernah denger kan judul lirik diatas? pastinya sudah duong....? ANgkasa BanD kini hadir di kota Genteng-Banyuwangi. Nonton yuk aksi mereka di Stadion Maron Genteng pada tanggal 13 Juni 2008. Ayo jadikan moment ini berarti dan damai............

     

  • People’s Join

    web tracker
  • Kategori

  • Arsip

  • RSS Aktual – media online

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Wikimu

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Iptek – Kompas

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Visitor's Today

    • 34.997 hits
  • Tulisan Teratas

Suara Penyejuk Hati

Aldo, begitu biasanya dia dipanggil oleh teman-temannya. Lengkapnya Muhammad Reivaldo Al Manaf. Lugu dan lucu dengan baby face gelar yang disandang pemberian sahabatnya sewaktu kuliah. Sudah hamper 2 tahun dia menapaki hidup dalam perjuangan hidup mencari nafkah demi sesuap nasi dan seteguk air. Tak banyak tentang kisah mudanya, yang bisa dikenang hanyalah perjuangan-perjuangan yang tiada hentinya. Detik ke detik menjamah Menit. Menit ke menit menjamah jam. Dan sudah berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dia habiskan hanya sekedar bisa hidup dan bertahan dari ganasnya deburan ombak kehidupan dunia.

 

Tak hayal jika kesehariannya digunakan hanya untuk mengejar rupiah semata, tiada kata istirahat, hura-hura ataupu hanya sekedar bersenang-senang menghilangkan jenuhnya otak yang penuh sesak dengan segala kemewahan dunia. Pagi berangkat sore hamper bisa dibilang magrib baru pulang. Malamnya ia gunakan untuk mengerjakan tugas-tugas kantor dan rumah yang terbengkalai. Bahkan sampai lelahnya aldo ketiduran di sela-sela tugasnya. Tubuh yang kurus hingga kerangka tubuhnya terlihat jelas. Wajah yang bisa dibilang lumayan untuk sekedar dipandang tapi tidak untuk dinikmati.

Kesederhanaan dan keterbatasan membuatnya untuk terus bersemangat menggapai mimpi dan cita-cita yang terkubur jauh didalam sanubarinya. Sampai wajahnya terlihat pucat pasi karena kelelahan amat sangat. Namun semangat tak akan luntur karena hal sekecil itu bisa dibilang sebagai makanan sehari-hari.

9 jam telah berlalu semenjak kakinya melangkah menuju tempat kerjanya, kira-kira tepat jam 5 sore Waktu Indonesia Barat. Tak lupa ia menoleh ke arah jam dinding bermotif lingkaran berwarna putih. Ke kanan ke kiri menatap teman-teman kerjanya dengan memberi kode mengangkat alis mata berulang-ulang sambil mengarah pada jam dinding. Yang lainpun ikut-ikutan seraya sudah tahu kalau tanda pulang. Tiada bahagia yang terkira dikalan jam pulang melanda setiap orang yang sedang bekerja meski tak membuat pekerjaan selesai paling tidak memberi harapan untuk mengisi semangat dan menghilangkan sejenak segala hiruk pikuk hari itu.

Segala pekerjaannya ia rapikan, jaket hitam dengan pleret putih disetiap ujungnya dan tas kecil warna biru tua disandangnya. Langkah demi langkah mulai mendekati sepeda bututnya yang sudah mulai usang dan kotor, dengan sedikit senyum dari bibir kecilnya dan keringat yang menetes dari lehernya, akhirnya sepedapun mulai dikayuhnya. Dengan harapan segala apa yang dilakukannya hari ini membawa berkah sampai tiba dirumah dengan selamat dan penuh ceria.

Meter demi meter mencapi kilometer, bisa dibilang kurang lebihnya 4 kilometer tempat kerja dari gubuk kecilnya diujung jalan dekat dengan pos kamling. Ranjang berselimut kain hijau nan empuk seakan melambai-lambai menyambut kehadirannya pulang dari kerja. Karena lelahnya sepeda ia robohkan begitu saja menuju tempat pemberhentian terakhir. Tubuh mungilnya lansung ia rebahkan tanpa melepaskan seragam kerja yang dipakainya spontan saja tidurnya langsung nyenyak tanpa menunggu aba-aba lagi.

Hampir 1 jam segala kenyamanan ia rasakan diatas ranjang kemanjaan tubuhnya. Tiba-tiba kesunyian dan kenyaman sedikit terusik oleh suara-suara lirih dari belakang rumahnya yang lama kelamaan semakin jelas suara itu sampai pada daun telinga. Mencoba untuk menutupi telinga namun tak bisa, akhirnya dengan ikhlas dan pasrah ia biarkan suara-suara itu menghasut telinganya. Awalnya aldo agak terusik dengan suara itu tapi bagaimana lagi karena tak mungkin ia akan mengusir dan menghentikan suara itu. Mau bagaimana lagi sebab dibelakang rumahnya itu adalah sebuah musholla kecil berukuran 6×5 meter. Sebuah musholla khusus wanita mulai dari orang tua sampai anak-anak dan biasanya kalau malam sehabis magrib digunakan anak-anak kecil untuk belajar mengaji.

Semakin lama ia mendengar suara itu semakin jelas dan semakin indah dan merdu di rasakan hingga merasuk sukma yang dahaga. Alunan-alunan indah yang dilantunkan perempuan-perempuan tua tak lupa anak kecil yang masih bau kencur begitu hangat dan segar di hati. Ayat-ayat suci yang diucapkan seakan mengajak aldo untuk mengikutinya. Tahlil dan tahmid menambah kompleksnya kesejukan firman-firman tuhan kepada hambanya. Ia tersentak sedikit-sedikit mulutnya mengucapkan kalimat-kalimat itu, kadang berhenti sejenak lalu berucap lagi. Semakin lama semakain membuatnya tenang dan damai jika mendengar dan mengucap ayat-ayat suci tuhan.

Damai dan damai segala kepenatan hari itu seraya hilang tanpa membekas di hatinya. Seraya ia memuji kepada perempuan pelantun ayat-ayat suci tuhan itu.

Sungguh indah nian suara yang mereka lantunkan, bagai nyanyian paduan suara dari surga. Nyaman dan tenteramnya mereka seolah-olah tak merasakan betapa ganasnya rintangan hidup yang ada. Anugerah tuhan bagi mereka sungguh keajaiban ilahi.

Tak sadar ia katakan kata-kata yang tak pernah ia ucapkan selama ini di dalam hatinya. Memuji dan memuji untuk mereka hamba tuhan yang punya anugerah luar biasa. Padahal hanya sekumpulan perempuan tua dengan anak kecil namun begitu indah ketika ayat-ayat suci mereka lantunkan. Sekejap aldo langsung ingat kepada sang pencipta sambil mendengar ayat-ayat yang penuh keikhlasan terucap dari para hamba setianya. Sekali lagi ia berbisik didalam hatinya dengan penuh harapan dan harapan.

Ya Allah, betapa sungguh mulianya ayat-ayat suci Mu hingga aku terpana oleh keindahan dan ketenteraman yang diciptakanya. Betapa aku memuja suara-suara mereka penuh keikhlasan dan khusyuk melantukan firman-firmanmu. Aku sungguh bahagia begitu dahaganya jiwaku kini terhapus oleh aliran ayat suciMu. Ampuni aku ya Allah sekiranya selama ini aku tak pernah lagi menyentuk kalimat-kalimat penyejuk hatiku. Sungguh hilaf hambamu ini akan semua yang telah kauberikan padaku. Berikannlah aku hidayahMu sehingga hidupku akan lebih berarti disisiMu.

Rasa syahdu dan haru bercampur penyesalan punuh di dalam dada aldo. Begitu dasyat aliran ayat-ayat suci menggugah hati kecilnya untuk mengikuti ucapan-ucapan perempuan tua itu. Seakan-akan rasa keluh kesahnya hilang begitu saja. Dengan mata yang masih terpejam dan terbaring di ranjang aldo masih menikmati suara cantik dan elok hari itu. Serentak aldo pun sadar akan semua yang didengar dan dirasakan, Iapun bangkit karena maghrib hampir hilang di depannya, dengan cepat ia mengambil air wudhu dan melaksanakan shalat tak lupa membaca ayat-ayat suci penyejuk hatinya.

*- Mr. GPK -*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: