• Ikasmadupa Say …..

    Maaf jika ada kesalahan dalam penampilan, masih ada perbaikan dan pembenahan teknik untuk waktu yang belum bisa ditentukan. Tapi blog ini masih aman n terima kasih atas dukungannya ya ........
  • Smada Info …..

    Pengumuman ...!

    Kegiatan Pondok Ramadhan di SMADA 2008

    Assalamualaikum wr. wb
    Sebelumnya kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1429 H dalam menyongsong kegiatan ramadhan yang penuh hikmah, SMA Negeri 2 Genteng akan mengadakan :
    Kegiatan : Pondok Ramadhan
    Hari/Waktu : Kamis-Sabtu, 4-6 September 2008
    Tempat : Kampus Palma

    bagi alumni SMADA yang memiliki waktu luang bisa bergabung untuk ikut berpartisipasi aktif sebagai pemateri bersama-sama alumni lainnya yang telah diberi amanah oleh pihak sekolah untuk
    meng-handle kegiatan Pondok Ramadhan tahun ini.

    info lebih lanjut, hubungi :
    Muhammad Faiz (alumni 2004), 081386766450.

    Wassalamualaikum wr. wb

  • Info Express

     

    Jangan Pernah Selingkuh (JPS)

    Sudah pernah denger kan judul lirik diatas? pastinya sudah duong....? ANgkasa BanD kini hadir di kota Genteng-Banyuwangi. Nonton yuk aksi mereka di Stadion Maron Genteng pada tanggal 13 Juni 2008. Ayo jadikan moment ini berarti dan damai............

     

  • People’s Join

    web tracker
  • Kategori

  • Arsip

  • RSS Aktual – media online

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Wikimu

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • RSS Iptek – Kompas

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Visitor's Today

    • 34.997 hits
  • Tulisan Teratas

Tanggal 1

Pekerjaan menumpuk, menggunung diantara meja panjang milik Rahmat. Sehari-harinya hanya mengumpulkan data, mengetik dan mengarsip. Entah berapa ratus atau ribu berkas yang ia simpan di brangkasnya. Belum lagi dimeja kerja yang setiap hari penuh dengan berkas, berkas dan berkas. Tampaknya hidup Rahmat dipenuhi dengan berkas-berkas pekerjaan yang tak kunjung selesai.

5 tahun lamanya Rahmat bergelut di pekerjaan yang mungkin bisa dibilang membosankan. Bayangkan mulai pagi sampai sore hanya didepan meja yang penuh dengan berkas belum lagi urusan mengetik dan menulis sungguh capek. Namun Rahmat tak pantang orangnya menyerah hanya senyum dan sesekali mengeluh sakit dan capek.

 

Roda waktu terus berputar dan berputar tak terasa 5 tahun bergelut dengan kebosanan dan kejenuhan tapi tetap saja ia jalani dengan sepenuh hati. Mau gimana lagi tempat kerjanya sekarang ini merupakan penghasilan utamanya, mau tidak mau harus dijalani. Pandangan matanya selalu tertuju pada kalender, pada jam dinding dan pada berkas didepannya. Seolah-olah dalam hatinya menjerit dan berkata kapan semuanya ini akan berakhir.

 

Hari-harinya hilang tenggelam di telan berkas-berkas penjajah kebebasan. Tak banyak waktu yang ia sisakan selain kerja, kerja dan kerja. Otaknya penuh dengan kacau balaunya kehidupan layaknya tulisan-tulisan yang tertera pada berkas kerjanya. Hidup seakan hanya untuk kerja yang lainnya hanyalah sampah pengganggu. Antara kalender, jam dinding, dan berkas tak dapat dipisahkan semuanya menyatu kuat di pikirannya, bahkan sampai dalam mimpinya.

 

Tapi Rahmat hanya tersenyum dan hanya bisa pasrah dan berharap semoga semuanya akan berakhir. Apalagi kalau kalender disampingnya menunjukkan angka 1, luar biasa senangnya hati Rahmat melihatnya. Wajahnya berseri, matanya berbinar-binar, senyumnya yang ia tampakkan bagai matahari terbit dari ufuk timur. Ada apa dengan tanggal 1 di kalender?

 

Jam 14.00, tanggal 1 Desember tepatnya waktu itu. Rahmat duduk dan sesekali berdiri mondar mandir sambil tersenyum di antrian panjang para karyawan yang sedang menunggu panggilan pihak management perusahaan tempat ia bekerja. Ruangan yang sebelumnya penuh dengan ketegangan dan kebisingan kini menjadi ruangan yang penuh kebahagiaan dan keakraban. Antara karyawan yang satu dengan yang lain saling bercanda, mengobrol dan sesekali menghisap rokok.

 

Giliran Rahmat pun tiba, masuk pintu dan duduk dengan senyum yang lebar. Tak lama kemudian sebuah amplop kecil berwarna putih dengan sedikit petuah-petuah dari pihak management kepadanya. Namun hal itu tak digubrisnya yang ada dalam benaknya kini adalah sebuah amplop kecil bertuliskan namanya. Dengan cepat ia mengambil amplop itu kemudian bergegas keluar ruangan langsung pulang kerumah.

 

Sesampai dirumah dengan hati yang gembiran dan jantung yang berdetak kencang ia mulai membuka amplopnya dengan perlahan. Tampak beberapa lembar warna merah menghiasai amplop itu. Ya beberapa lembar mungkin lebih dari 10 lembar, lembaran uang seratus ribu. Sungguh bahagia yang ia rasakan karena kini uang yang ia terima melebihi dari biasanya. Rupanya sekarang gajinya naik seiring dengan pekerjaan yang ia lakukan. Tak sia-sia selama ini yang ia lakukan, kini membuahkan hasil yang membuat dirinya bahagia.

 

Entah mengapa seolah-olah tanggal 1 membuat Rahmat bersemangat, menemukan hidup dan bergairah. Semuanya tampak indah dan menyenangkan. Suasana hati yang gundah gulana dengan berbagai tumpukan berkas seakan-akan hilang sejenak di pikirannya. Yang ada hanyalah rasa suka, senang dan bahagia. Tanggal 1 merupakan tanggal kehidupan bagi Rahmat.

*- Mr. GPK -*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: